Edutalent.id, SURAKARTA– Kejenuhan dalam belajar merupakan salah satu tantangan terbesar yang dihadapi siswa di era digital. Berangkat dari keprihatinan tersebut, tim mahasiswa dari Program Kreativitas Mahasiswa – Pengabdian Masyarakat (PKM-PM) LENTERA ZYLAND Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menghadirkan sebuah solusi inovatif bernama Game Edukasi Zyland. Tim PKM-PM ini diketuai oleh Vio Arvendha (Pendidikan Teknik Informatika) dengan anggota Rahadatul Aisy Tsamarah Ilyas (Teknik Informatika), Suryani Elmaghfiroh (Teknik Informatika), Ryani Dewi Nuraini (Psikologi), dan Dhandy Hananthiyo Ardhy Putra (Teknik Informatika), serta dosen pembimbing Siti Azizah Susilawati, S.Si., M.P., Ph.D.
Kegiatan implementasi game edukasi Zylan digelar pada Jumat (29/8/2025). Kegiatan ini berhasil mengubah suasana belajar di laboratorium komputer SD Negeri Wiropaten menjadi sebuah arena petualangan yang seru dan interaktif. Hal ini membuktikan bahwa belajar literasi dan numerasi bisa jauh dari kata membosankan. Di tangan mereka, deretan angka dan huruf yang sering kali dianggap momok menakutkan, bertransformasi menjadi sebuah misi penuh warna yang harus ditaklukkan.
Ketua Tim PKM-PM Lentera Zyland, Vio Arvendha, mengungkapkan bahwa Game Edukasi Zyland dirancang sebagai jawaban atas metode pembelajaran konvensional yang sering kali kurang menarik bagi siswa.
“Kami melihat banyak siswa yang cepat kehilangan fokus saat dihadapkan pada buku teks dan soal-soal latihan rutin. Tujuan utama kami adalah menciptakan sebuah media yang bisa membuat mereka terlibat aktif dalam proses belajar. Di dalam Game Edukasi Zyland, setiap tantangan adalah misi dan setiap jawaban yang benar adalah sebuah kemenangan,” papar Vio. “Kami ingin menanamkan keyakinan bahwa setiap anak pada dasarnya adalah seorang juara, dan game ini adalah cara kami untuk membantu mereka menyadarinya.” tambahnya

Game Edukasi Zyland, yang saat ini masih dalam tahap penyelesaian akhir, mengintegrasikan materi pelajaran literasi dan numerasi ke dalam alur permainan yang menantang. Para siswa diajak untuk menjelajahi dunia virtual, menyelesaikan teka-teki, dan mengalahkan rintangan dengan bekal pengetahuan yang mereka miliki. Bayangkan, untuk bisa maju ke level berikutnya, seorang siswa harus menyusun kalimat dari kata-kata acak untuk membuka sebuah peti harta karun, atau menghitung dengan tepat untuk meluncurkan sebuah roket virtual.
“Apa yang dilakukan oleh tim LENTERA ZYLAND adalah contoh nyata bagaimana teknologi dapat bersinergi dengan pendidikan. Gamifikasi atau penggunaan elemen game dalam belajar terbukti efektif meningkatkan motivasi dan retensi informasi pada anak. Inovasi ini membantu siswa belajar dalam lingkungan yang positif dan bebas dari tekanan,” jelas Suryani Elma salah satu anggota tim. “Ketika rasa takut akan kesalahan digantikan oleh rasa penasaran untuk mencoba, saat itulah potensi terbaik dari setiap siswa akan muncul secara alami.”

Kegiatan implementasi Game Edukasi Zyland dibagi menjadi tiga sesi untuk menjangkau semua tingkatan kelas. Sesi pertama pukul 08.00 WIB diikuti oleh siswa kelas 1-3, sementara dua sesi berikutnya yang dimulai pukul 09.50 WIB ditujukan untuk siswa kelas 4 dan 6. Respons yang diberikan luar biasa, para siswa tampak sangat antusias dan bahkan enggan beranjak dari komputer saat sesi berakhir. Laboratorium yang biasanya hening berubah menjadi pusat keriuhan intelektual, di mana setiap klik mouse adalah representasi dari semangat belajar yang kembali menyala.
Keberhasilan implementasi Game Edukasi Zyland ini menjadi bukti nyata bahwa inovasi yang lahir dari kepedulian dapat memberikan dampak yang signifikan. Lebih dari sekadar program pengabdian, kegiatan ini adalah sebuah langkah awal untuk memperkenalkan generasi baru pada cara belajar yang relevan, efektif, dan yang terpenting, selalu menyenangkan.

