
Denpasar — Memasuki dunia perkuliahan berarti memasuki lingkungan belajar yang semakin dekat dengan perkembangan teknologi digital. Hal tersebut menjadi salah satu pesan utama dalam PKKMB Day 1 Universitas Bali Internasional Muhammadiyah (BIM University), ketika mahasiswa baru diperkenalkan dengan kehidupan akademik, sistem perkuliahan, etika mahasiswa, serta pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) secara bertanggung jawab.
Rektor BIM University, Prof. Dr. Harun Joko Prayitno, menegaskan bahwa kemajuan teknologi harus dipandang sebagai peluang untuk meningkatkan kualitas pembelajaran, bukan sebagai jalan pintas yang menghilangkan proses berpikir kritis mahasiswa.
“Mahasiswa BIM University harus menjadi generasi yang adaptif terhadap teknologi, tetapi tetap menjunjung tinggi integritas akademik. Artificial Intelligence adalah alat untuk memperkuat proses belajar, bukan menggantikan nalar, kreativitas, dan tanggung jawab ilmiah mahasiswa,” ujar Prof. Harun Joko Prayitno dalam sambutannya.
Pada hari pertama PKKMB, mahasiswa dikenalkan dengan berbagai layanan akademik berbasis digital yang akan digunakan selama menempuh studi, mulai dari sistem informasi akademik, komunikasi dengan dosen, pengumpulan tugas, absensi, hingga akses terhadap berbagai sumber pembelajaran secara daring. Kemampuan beradaptasi dengan ekosistem digital tersebut menjadi bekal penting bagi mahasiswa baru dalam menjalani perkuliahan.
Perkembangan teknologi juga menghadirkan AI sebagai salah satu perangkat yang semakin banyak dimanfaatkan dalam aktivitas akademik. AI dapat membantu mahasiswa mencari ide, memahami konsep yang kompleks, membuat rangkuman, melakukan brainstorming, hingga menyusun kerangka tulisan sebagai bagian dari proses belajar.

Meski demikian, BIM University menekankan bahwa penggunaan AI harus disertai sikap kritis dan etika akademik. Mahasiswa tetap dituntut memahami materi, memverifikasi kebenaran informasi, mencantumkan sumber rujukan, serta menghasilkan karya berdasarkan pemikiran dan analisisnya sendiri.
Prof. Harun menambahkan bahwa karakter unggul seorang mahasiswa tidak hanya diukur dari prestasi akademik, tetapi juga dari kemampuannya menggunakan teknologi secara bijak dan bertanggung jawab.
“Kami ingin melahirkan lulusan yang unggul secara intelektual, berkarakter, dan mampu memanfaatkan teknologi untuk menghasilkan inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat. Itulah semangat yang kami tanamkan sejak hari pertama menjadi mahasiswa BIM University,” tuturnya.
Melalui PKKMB Day 1, BIM University berkomitmen membentuk mahasiswa yang siap menghadapi tantangan pendidikan tinggi di era digital dengan memadukan kecakapan teknologi, integritas akademik, serta nilai-nilai kemanusiaan dalam setiap proses pembelajaran.