Edutalent.id, Melbourne – Rektor Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menegaskan komitmennya dalam mengembangkan pendidikan bermutu yang inklusif, berkeadilan, dan berkelanjutan dengan menanamkan nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK). Komitmen tersebut disampaikan dalam pertemuan strategis bersama jajaran pengurus PCIM Melbourne yang berlangsung dalam suasana penuh keakraban dan semangat kolaborasi lintas negara.
Dalam kesempatan tersebut, Rektor UMS menyampaikan bahwa tantangan pendidikan di era global tidak hanya berkutat pada aspek penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi, tetapi juga pada pembentukan karakter, kepribadian, dan nilai moral generasi muda. Oleh karena itu, integrasi nilai AIK menjadi ciri khas sekaligus kekuatan pendidikan berbasis Muhammadiyah dalam mencetak sumber daya manusia unggul yang siap bersaing secara global, namun tetap berakar pada nilai-nilai keislaman.
“Pendidikan unggul bukan hanya tentang capaian akademik, tetapi juga bagaimana membentuk manusia yang beretika, memiliki empati sosial, serta berkontribusi nyata bagi peradaban. AIK menjadi jantung pendidikan Muhammadiyah yang membedakan kita dengan sistem pendidikan lainnya,” tegas Rektor UMS dalam sambutannya.
Pertemuan tersebut membahas secara komprehensif berbagai peluang kerja sama strategis, mulai dari penguatan kurikulum berbasis nilai Islam berkemajuan, kolaborasi riset antar dosen, implementasi student exchange, hingga pengembangan program studi internasional. Kerja sama ini diharapkan menjadi jembatan antara dunia akademik Indonesia dan Australia, khususnya dalam mengembangkan pendidikan yang responsif terhadap isu-isu global seperti perubahan iklim, transformasi digital, dan krisis kemanusiaan.
Dalam diskusi yang berlangsung intensif, kedua belah pihak sepakat bahwa internasionalisasi pendidikan merupakan keniscayaan. Melalui sinergi antara UMS dan PCIM Melbourne, jaringan Muhammadiyah di luar negeri dapat dimaksimalkan sebagai mitra strategis dalam memperluas pengaruh pendidikan Islam moderat di tingkat internasional.
PCIM Melbourne menyampaikan apresiasi atas kepercayaan dan ajakan kerja sama yang diberikan oleh UMS. Mereka menilai bahwa UMS merupakan salah satu perguruan tinggi Muhammadiyah yang memiliki potensi besar untuk menjadi pusat unggulan pendidikan Islam berkemajuan di Asia Tenggara.

“Kami melihat kolaborasi ini sebagai peluang besar dalam membangun sistem pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada capaian akademik, tetapi juga penguatan spiritual dan identitas keislaman generasi diaspora Indonesia di Australia,” ujar salah satu perwakilan PCIM Melbourne.
Lebih jauh, kerja sama ini dinilai strategis dalam membuka akses pendidikan bagi masyarakat Indonesia yang bermukim di Australia, terutama dalam menyediakan layanan pendidikan keislaman, kelas reguler berbasis daring, serta bimbingan akademik bagi pelajar yang ingin melanjutkan studi ke Indonesia, khususnya di UMS.
UMS juga menyatakan kesiapan untuk mengirimkan dosen-dosen terbaiknya guna menjadi narasumber dalam berbagai kegiatan keilmuan yang diselenggarakan PCIM Melbourne, seperti seminar internasional, kajian keislaman, hingga pelatihan kepemimpinan pemuda Muhammadiyah. Selain itu, mahasiswa UMS juga berpotensi dilibatkan dalam program magang internasional dan pengabdian masyarakat di komunitas diaspora Indonesia di Australia.
Sebagai institusi pendidikan yang menjunjung tinggi prinsip keberlanjutan, UMS menegaskan bahwa pendidikan masa depan harus menekankan keseimbangan antara kecerdasan intelektual, emosional, dan spiritual. Pendidikan tidak hanya berorientasi pada masa kini, tetapi juga harus mampu menjawab tantangan generasi mendatang.
Dengan adanya kerja sama ini, UMS dan PCIM Melbourne berkomitmen untuk menyusun nota kesepahaman (MoU) dalam waktu dekat sebagai dasar hukum pelaksanaan berbagai program kolaboratif di bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

Kolaborasi internasional ini menjadi bukti nyata bahwa Muhammadiyah terus berupaya memainkan peran strategis dalam penguatan pendidikan global yang berlandaskan nilai keislaman dan kemanusiaan. Melalui kerja sama lintas negara ini, diharapkan terwujud pendidikan bermutu untuk semua yang inklusif, berkelanjutan, dan sarat nilai AIK, sebagaimana cita-cita Muhammadiyah sejak awal berdiri.
