Edutalent.id, Demak — SD Muhammadiyah Pucang Gading yang beralamat di Jl. Pucang Jajar Timur Raya No. 5A, Batursari, Mranggen, Demak, terus menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan pembelajaran inovatif melalui program Market Day dalam rangkaian kegiatan “Jum’at Ceria”. Program ini dilaksanakan setiap hari Jum’at pada minggu terakhir setiap bulan sebagai bagian dari penguatan pembelajaran berbasis praktik. Program ini telah berjalan secara rutin sejak tahun 2017 dan menjadi salah satu program unggulan sekolah. Pelaksanaan terbaru berlangsung pada Jumat (24/4/2026) dengan melibatkan siswa kelas IV Ali Bin Abi Thalib yang didampingi oleh guru kelas Noor Ratna Widiasmara, SS. S.Pd, di halaman depan sekolah.

Sejak pagi hari, siswa yang mendapatkan jadwal berjualan telah mempersiapkan produk dari rumah. Setibanya di sekolah, mereka menata barang dagangan secara mandiri dengan pendampingan guru dan wali santri. Sementara itu, siswa dari kelas lain mengikuti kegiatan senam pagi dan kerja bakti sebagai bagian dari pembiasaan karakter dalam program “Jum’at Ceria”.
Kegiatan yang berlangsung sekitar dua jam ini melibatkan total 204 siswa dari kelas 1 hingga kelas 6 secara bergantian setiap bulannya. Pada setiap pelaksanaan, sekitar 20–30 siswa berperan sebagai penjual dengan membawa 15–20 produk berupa makanan dan minuman ringan dan sisanya berperan sebagai pembeli atau konsumen. Produk dijual dengan harga terjangkau, mulai dari Rp1.500 hingga Rp5.000, sehingga seluruh warga sekolah dapat berpartisipasi sebagai pembeli.
Dari hasil kegiatan, setiap siswa mampu memperoleh omzet berkisar antara Rp30.000 hingga Rp100.000. Namun, nilai utama dari kegiatan ini bukan hanya pada hasil penjualan, melainkan pada proses pembelajaran yang dialami siswa secara langsung. Mereka belajar mengelola modal, menentukan harga, memahami konsep keuntungan, serta melatih kemampuan komunikasi dan strategi sederhana dalam menarik minat pembeli.

“Melalui Market Day, kami ingin menanamkan jiwa wirausaha, kejujuran, dan kemandirian sejak dini. Anak-anak belajar bertanggung jawab, berani berkomunikasi, serta memahami nilai usaha secara nyata,” ujar Kepala SD Muhammadiyah Pucang Gading, Mukhammad Sobirin, S.Pd.
Salah satu siswa kelas IV juga mengungkapkan antusiasmenya dalam mengikuti kegiatan ini.
“Saya senang bisa jualan sendiri, jadi belajar menghitung uang dan berani menawarkan ke teman,” ujarnya.
Program Market Day tidak hanya berorientasi pada penguatan keterampilan kewirausahaan, tetapi juga mengintegrasikan nilai-nilai karakter dan keislaman. Siswa dilatih untuk bersikap jujur dalam bertransaksi, bertanggung jawab terhadap tugas, serta membiasakan nilai berbagi melalui infaq dari hasil penjualan.
Guru kelas IV, Noor Ratna Widiasmara, S.Pd, menyampaikan bahwa kegiatan ini mampu meningkatkan kepercayaan diri siswa secara signifikan. Mereka terlihat lebih aktif, berani, dan kreatif dalam menawarkan produk serta melayani pembeli. Program ini juga terbukti meningkatkan kepercayaan diri, kemampuan komunikasi, serta literasi finansial dasar siswa sejak usia dini.

Program ini relevan dengan penguatan Profil Pelajar Pancasila, khususnya dalam aspek kemandirian, kreativitas, dan gotong royong. Dengan pendekatan kontekstual, siswa tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu mengaplikasikannya dalam kehidupan nyata.
Kegiatan Market Day mendapatkan respons positif dari seluruh warga sekolah, termasuk orang tua yang turut mendukung persiapan siswa dari rumah. Antusiasme yang tinggi ini menjadi indikator keberhasilan program dalam menciptakan pembelajaran yang menyenangkan dan bermakna.
Ke depan, SD Muhammadiyah Pucang Gading berencana mengembangkan program ini dalam skala yang lebih besar melalui kegiatan open house atau bazar yang melibatkan partisipasi aktif siswa dan wali santri. Program ini diharapkan menjadi wadah pengembangan kewirausahaan yang lebih luas sekaligus memperkuat kolaborasi antara sekolah, siswa, dan orang tua.
Program Market Day SD Muhammadiyah Pucang Gading menjadi contoh praktik baik pembelajaran kontekstual yang mampu mengintegrasikan aspek akademik, keterampilan hidup, dan pembentukan karakter. Melalui kegiatan “Jum’at Ceria”, sekolah berhasil menghadirkan pengalaman belajar yang relevan, menyenangkan, dan berdampak nyata dalam membentuk generasi yang mandiri, kreatif, dan berdaya saing.
Penulis: Mukhammad Sobirin, S.Pd
