Mahasiswa KKN DIK FKIP UMS Ajak Siswa SMA Muhammadiyah 1 Wonogiri Olah Sampah Menjadi Pupuk Kompos

Mahasiswa KKN DIK FKIP UMS Ajak Siswa SMA Muhammadiyah 1 Wonogiri Olah Sampah Menjadi Pupuk Kompos

Edutalent.id – Wonogiri –  Mahasiswa KKN DIK FKIP Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menggelar kegiatan edukatif bertajuk menghidupkan tanah: pengolahan tanah dan pembuatan pupuk kompos organik bersama siswa SMA Muhammadiyah 1 Wonogiri, pada Sabtu, 31 Januari 2025. Kegiatan ini menjadi upaya nyata mahasiswa dalam menjawab kebutuhan sekolah sekaligus mendukung program green house yang rutin dilaksanakan setiap hari Sabtu. Selain itu program yang diberikan juga menjawab persoalan SDGs ke-12 mengenai konsumsi dan produksi yang bertanggungjawab.

Program green house di SMA Muhammadiyah 1 Wonogiri selama ini melibatkan siswa dalam kegiatan menanam berbagai tanaman seperti jagung, kacang, dan ketela. Hasil panen dimanfaatkan untuk konsumsi maupun dijual. Namun, pihak sekolah mengungkapkan bahwa masih banyak siswa yang belum memahami cara memanfaatkan sampah organik secara optimal, sehingga sampah sering kali menumpuk dan belum diolah dengan baik.

Menjawab persoalan tersebut, mahasiswa KKN DIK FKIP UMS menghadirkan kegiatan pelatihan dengan tema “Menghidupkan Tanah: Pengolahan Tanah dan Pembuatan Pupuk Kompos Organik”. Kegiatan diawali dengan pemaparan materi mengenai definisi tanah, komponen tanah, struktur atau profil tanah, penyebab dan dampak pencemaran tanah, serta pentingnya konservasi tanah. Materi ini disampaikan untuk membangun pemahaman dasar siswa tentang peran tanah sebagai sumber kehidupan dan media utama dalam kegiatan pertanian sekolah.

Setelah sesi materi, kegiatan dilanjutkan dengan praktik langsung pembuatan pupuk kompos. Para siswa diajak memanfaatkan sampah organik rumah tangga seperti sisa sayuran, daun kering, serta bahan sederhana berupa galon bekas sebagai wadah kompos. Dalam prosesnya, mahasiswa juga mengenalkan penggunaan EM4 sebagai media fermentasi untuk mempercepat penguraian sampah organik menjadi pupuk yang siap digunakan.

Antusiasme siswa terlihat jelas selama kegiatan berlangsung. Salah satu siswa, Devica menyampaikan kesannya bahwa pelatihan ini membuka wawasannya. Ia mengaku baru menyadari bahwa sampah tidak selalu harus dibuang, tetapi dapat diolah kembali menjadi pupuk kompos yang bermanfaat untuk tanaman. Menurutnya, pengetahuan ini sangat relevan dengan kondisi sekolah yang memiliki program green house, sehingga siswa bisa lebih memahami proses penanaman dari hulu ke hilir.

Apresiasi juga disampaikan oleh pihak sekolah. Salah satu guru, Pak ikang mengucapkan terima kasih kepada mahasiswa KKN DIK FKIP UMS atas edukasi dan pendampingan yang diberikan. Ia menilai kegiatan ini tidak hanya mendukung program sekolah, tetapi juga menanamkan kesadaran lingkungan kepada siswa. “Dengan kondisi sekolah seperti ini, kegiatan pembuatan kompos sangat membantu dan mendukung upaya kami menjaga lingkungan yang sudah memberikan kehidupan bagi kita semua,” ujarnya.Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN DIK FKIP UMS berharap siswa SMA Muhammadiyah 1 Wonogiri dapat lebih peduli terhadap lingkungan, mampu mengelola sampah organik secara mandiri, serta menerapkan ilmu yang diperoleh dalam kegiatan green house secara berkelanjutan. Pelatihan ini menjadi bukti bahwa edukasi sederhana, jika dilakukan secara tepat, dapat memberi dampak nyata bagi sekolah dan lingkungan sekitar.

Penulis: Shandy Yusril Fadlullah (Mahasiswa PTI UMS)

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *