Edutalent.id – Australia & Indonesia – Mengambil momentum bulan suci Ramadan, Desamind Indonesia menyelenggarakan Rapat Besar dan Ngabuburit Virtual yang mempertemukan seluruh jajaran Executive of Desamind (EoD) dari berbagai wilayah pada Sabtu (16/3). Meski terpisah jarak geografis, kegiatan ini menjadi wadah krusial untuk memperkuat sinergi organisasi sekaligus menjaga tali silaturahmi di dua negara.
Acara yang berlangsung melalui platform Zoom Meeting ini dibuka oleh Isna Fahrizal selaku Director of Secretariat and Finance, ia menekankan bahwa keterbatasan fisik tidak boleh menjadi penghalang bagi kehangatan keluarga besar Desamind.
“Di tengah terbatasnya jarak, kegiatan ngabuburit virtual untuk mempererat hubungan silaturahmi ini tetap harus kita laksanakan sebagai bentuk penguat ikatan internal,” ujar Isna dalam pembukaannya.
President Director Desamind Indonesia, Hardika Dwi Hermawan, dalam sambutannya menjelaskan bahwa agenda ini memiliki nilai strategis dan emosional.
“Hari ini kita melaksanakan rapat besar dengan agenda laporan program dari masing-masing divisi, yang kemudian disempurnakan dengan mendengar cerita dari Negeri Kanguru. Saya berharap kebiasaan baik dalam menjaga internal Desamind ini terus ditingkatkan,” tutur Hardika.
Agenda dimulai dengan pemaparan laporan progres dari setiap divisi terkait pencapaian program kerja selama tiga bulan terakhir. Evaluasi triwulan ini menjadi pijakan penting bagi Desamind untuk terus memberikan dampak bagi masyarakat desa di masa mendatang.
Suasana formal kemudian mencair saat sesi fun games menggunakan platform Kahoot. Sebanyak 20 pertanyaan seputar wawasan Desamind Chapter diuji, di mana tiga pemenang terbaik berhak mendapatkan Tunjangan Hari Raya (THR) sebagai bentuk apresiasi organisasi.

Puncak acara ditutup dengan sesi sharing inspiratif langsung dari Queensland, Australia, oleh Zakky Noor selaku Managing Director Desamind Indonesia. Zakky membagikan perspektifnya mengenai dinamika menjalankan ibadah di wilayah minoritas muslim.
“Ramadhan di sini terasa sangat berbeda. Namun, hal tersebut membuat saya pribadi merasakan bahwa kehangatan umat Muslim di berbagai belahan dunia itu sungguh nyata, meskipun terkadang Islam menjadi minoritas di negara ini,” ungkap Zakky.
Melalui kegiatan ini, Desamind Indonesia berharap semangat kekeluargaan yang terbangun dapat merekatkan hubungan antar-pengurus serta menumbuhkan semangat untuk terus mengabdi dan tumbuh bersama. Acara ditutup dengan sesi foto bersama sebagai simbol soliditas lintas benua.
Penulis: Annisa Amalia
