Jumat Berkah Jadi Media Pembelajaran Life Skill Siswa SMP Muhammadiyah 7 Surakarta

Jumat Berkah Jadi Media Pembelajaran Life Skill Siswa SMP Muhammadiyah 7 Surakarta

Edutalent.id, SURAKARTA – Kegiatan Jumat Berkah di SMP Muhammadiyah 7 Surakarta tidak sekadar menjadi aktivitas berbagi makanan kepada masyarakat. Kegiatan rutin yang dipadukan dengan pembelajaran kokurikuler tersebut menjadi sarana bagi siswa untuk mengembangkan kepedulian sosial sekaligus melatih kerja sama, tanggung jawab, kemandirian, dan berbagai keterampilan hidup (life skill).

Jumat Berkah dilaksanakan setiap pekan dengan sistem pembagian kelas secara bergilir. Beberapa hari sebelum pelaksanaan, wali kelas membagi tugas kepada siswa, mulai dari menyiapkan makanan, memasak, mengemas, mendistribusikan makanan, hingga memastikan kebersihan lingkungan setelah kegiatan.

Proses persiapan dimulai sekitar pukul 07.15 WIB setelah pelaksanaan Salat Duha. Setiap kelas yang mendapat giliran menyiapkan sekitar 25–30 kotak makanan. Selanjutnya, sekitar pukul 11.00 WIB, makanan dibagikan kepada pengguna jalan di depan sekolah serta pedagang kaki lima di sekitar lingkungan sekolah.

Melalui keterlibatan secara langsung, siswa tidak hanya belajar mengenai pentingnya berbagi, tetapi juga memperoleh pengalaman dalam mengelola kegiatan secara bersama-sama. Mereka dilatih untuk berkomunikasi, membagi tugas, bekerja dalam tim, menyelesaikan persoalan, serta bertanggung jawab terhadap tugas yang telah diberikan.

Kepala SMP Muhammadiyah 7 Surakarta, Tri Winarni, S.Pd., mengatakan kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya sekolah menghadirkan pembelajaran yang tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik.

“Kami ingin siswa mendapatkan pengalaman belajar yang nyata. Melalui kegiatan seperti Jumat Berkah, kokurikuler, dan life skill, anak-anak belajar berbagi, bekerja sama, bertanggung jawab, sekaligus membangun kemandirian,” tuturnya.

Menurutnya, pengalaman belajar secara langsung memberikan ruang kepada siswa untuk mengambil peran dalam sebuah kegiatan. Dengan demikian, nilai-nilai yang dipelajari tidak hanya dipahami secara teoritis, tetapi juga dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari.

Proses masak dan distribusi Jumat Berkah

Hal tersebut dirasakan oleh Ni’mah, siswa kelas IX C yang mendapat giliran terlibat dalam pelaksanaan Jumat Berkah. Ia mengaku awalnya mengira kegiatan tersebut hanya berfokus pada pembagian makanan.

“Awalnya saya pikir kegiatan ini hanya membagikan makanan. Ternyata kami juga belajar memasak, mengemas makanan, bekerja sama, dan mengatur tugas agar semuanya berjalan dengan baik,” ungkapnya.

Selain menjadi kegiatan berbagi, pelaksanaan Jumat Berkah dirancang sebagai bagian dari pembelajaran kokurikuler yang memberikan pengalaman kontekstual kepada siswa. Kegiatan tersebut memungkinkan siswa menerapkan keterampilan yang dipelajari di sekolah dalam situasi nyata.

Integrasi kegiatan sosial dengan pembelajaran life skill tersebut juga menjadi bagian dari upaya SMP Muhammadiyah 7 Surakarta dalam membangun lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, dan berbudaya. Program tersebut diharapkan dapat mendukung implementasi Permendikdasmen Nomor 6 Tahun 2026 tentang Budaya Sekolah Aman dan Nyaman.

Melalui kegiatan yang dilakukan secara rutin dan melibatkan siswa secara langsung, sekolah berupaya membangun kebiasaan positif yang tidak hanya berkaitan dengan kemampuan akademik, tetapi juga karakter, kepedulian sosial, kemandirian, dan keterampilan menghadapi kehidupan sehari-hari.

Hal tersebut sejalan dengan tagline SMP Muhammadiyah 7 Surakarta sebagai sekolah nyaman dan berbudaya, dengan menghadirkan proses pendidikan yang memberi ruang bagi siswa untuk belajar, berbagi, dan berkarya melalui pengalaman nyata.

Penulis: Tri Winarni

Editor  : Ari Susanto

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *