Edutalent.id – Sleman. Di balik senyum para awardee Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP), tersimpan perjalanan panjang yang tidak selalu mudah. Kisah tentang keterbatasan, kegagalan, kedisiplinan, hingga tekad kuat untuk memberi kontribusi bagi Indonesia menjadi bagian penting dari perjalanan mereka. Pada pembukaan beasiswa LPDP 2025, pendaftaran dibuka dalam dua gelombang, yakni batch 1 dan batch 2, dengan jumlah pendaftar mencapai 79.126 orang, meningkat signifikan dibandingkan tahun sebelumnya. Dari puluhan ribu pendaftar tersebut, lahir berbagai cerita inspiratif, salah satunya Rifka Pratiwi datang dari seorang awardee asal Karanganyar yang sederhana.
“Saya merupakan lulusan D3 Penginderaan Jauh dan Sistem Informasi Geografis dari Universitas Gadjah Mada. Setelah lulus dari D3, saya berkarier di Ruangguru sebagai Educational Consultant. Kemudian saya mendapat kesempatan untuk melanjutkan studi S1 Geografi di Universitas Muhammadiyah Surakarta. Kesempatan belajar itulah yang membuat saya semakin ingin menempuh pendidikan yang lebih tinggi,” ujar Rifka.
Lebih lanjut, Ia menjelaskan bahwa setelah menyelesaikan pendidikan sarjana, dirinya sempat bekerja di bidang entry data selama dua tahun. Namun perjalanan tersebut tidak lepas dari berbagai kegagalan.
“Setelah lulus sarjana, saya bekerja di bidang entry data selama dua tahun. Dalam proses tersebut saya juga mengalami beberapa kegagalan, seperti tiga kali gagal seleksi BUMN dan dua kali gagal CPNS. Dari kegagalan itu saya terus berusaha memperbaiki diri, mencoba hal-hal baru, dan mencari tempat yang dapat membuat saya berkembang lebih baik,” jelasnya.
Ketertarikannya pada bidang kebencanaan mulai tumbuh ketika menjalani program magang di instansi penanggulangan bencana daerah.
“Ketika magang di BPBD Kabupaten Karanganyar dan BPBD Kabupaten Sukoharjo, saya mulai tertarik untuk menekuni bidang kebencanaan. Ketertarikan tersebut saya buktikan melalui tugas akhir D3 dan skripsi S1 yang sama-sama mengangkat tema kebencanaan. Pengalaman itu yang kemudian melatarbelakangi keinginan saya untuk belajar lebih jauh mengenai kebencanaan, dan pada tahun 2025 saya mengangkat isu tersebut dalam esai LPDP,” katanya.
Ia menuturkan bahwa keinginannya melanjutkan pendidikan dilatarbelakangi oleh semangat untuk terus belajar sekaligus berkontribusi dalam pengelolaan bencana di Indonesia.
“Saya merupakan pribadi yang haus akan ilmu. Melihat berbagai bencana yang pernah terjadi di sekitar saya membuat saya ingin berkontribusi dalam bidang kebencanaan, khususnya dalam pengembangan geo-informasi untuk manajemen bencana. Karena merasa pengetahuan saya selama S1 masih terbatas, saya ingin memperluasnya melalui studi Magister Ilmu Lingkungan dengan minat Geo-Informasi untuk Manajemen Bencana dan Perencanaan Spasial,” ungkapnya.
Menurutnya, LPDP tidak hanya memberikan kesempatan untuk melanjutkan pendidikan, tetapi juga membuka ruang kolaborasi untuk berkontribusi bagi bangsa.
“LPDP memberikan kesempatan bagi penerimanya untuk berkontribusi bagi Indonesia. Saya juga sangat ingin dapat berkolaborasi dengan sesama awardee LPDP lainnya untuk memberikan dampak yang lebih luas,” tambahnya.
Dalam proses seleksi LPDP, ia mengaku menghadapi tantangan terbesar pada tahap seleksi substansi dan Ia mengakui sempat merasa pesimis karena tingginya jumlah pendaftar.
“Tantangan terbesar bagi saya adalah seleksi substansi. Tahap ini merupakan seleksi terakhir yang menentukan apakah kita berhak didanai oleh LPDP atau tidak. Bersaing dengan putra-putri terbaik bangsa tentu menjadi tantangan tersendiri. Jumlah pendaftar yang sangat banyak sempat membuat saya pesimis. Namun saya tetap yakin dengan rencana kontribusi yang ingin saya berikan ke depannya,” ujarnya.
“Dalam seleksi substansi ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, seperti kesiapan perangkat atau device yang memadai, kondisi ruangan yang tenang, serta menjaga ketenangan diri selama proses wawancara berlangsung,” jelasnya.
Ke depan, ia berharap dapat memberikan kontribusi nyata bagi Indonesia melalui bidang kebencanaan.
“Setelah lulus nanti, saya ingin berkontribusi sebagai peneliti di bidang kebencanaan di Indonesia. Semoga apa yang saya harapkan dapat memberikan dampak kebaikan bagi masyarakat,” pungkasnya.
Penulis : Ipung Juniyanti (Duta Perpustakaan UMS)
