Gunungkidul – Anak-anak SD Muhammadiyah 1 Patuk, Gunungkidul, mengikuti kegiatan Ethics for Kids Action Day yang digelar pada Selasa (28/1). Kegiatan ini menghadirkan pendekatan pembelajaran etika yang dikemas secara interaktif melalui cerita, permainan, dan aktivitas kreatif yang dekat dengan dunia anak.
Melalui kegiatan ini, para siswa diajak mengenal dan membiasakan nilai-nilai dasar etika seperti kejujuran, kesopanan, kepedulian, saling menghargai, keberanian berbuat baik, serta sikap anti-perundungan (bullying). Nilai-nilai tersebut diperkenalkan tidak melalui ceramah, melainkan lewat pengalaman langsung yang menyenangkan dan mudah dipahami.
Rangkaian kegiatan diawali dengan sesi storytelling yang mengajak anak-anak berdiskusi tentang perilaku baik dan tidak baik dalam kehidupan sehari-hari. Anak-anak kemudian menuliskan mimpi, harapan, serta kebaikan yang ingin mereka lakukan pada kertas warna-warni yang ditempelkan di “Dinding Mimpi Anak Hebat”. Aktivitas ini menjadi ruang ekspresi sekaligus refleksi sederhana bagi siswa tentang nilai-nilai positif yang ingin mereka tumbuhkan.
Suasana belajar semakin hidup melalui permainan edukatif Truth or Dare versi etika yang dikemas dalam Little Heroes Card. Melalui pertanyaan dan tantangan sederhana, siswa diajak belajar mengakui kesalahan, bersikap jujur, serta menunjukkan kepedulian terhadap sesama dalam situasi yang dekat dengan keseharian mereka.
Salah satu sesi yang paling menarik perhatian siswa adalah “Petualangan 5 Kata Ajaib”, sebuah permainan treasure hunt yang mengajak anak-anak menjelajah lima pos permainan. Setiap pos merepresentasikan kata kunci etika, yakni maaf, terima kasih, permisi, silakan, dan tolong. Melalui berbagai permainan seperti word search, oper pesan, dan puzzle, siswa diajak memahami makna kata-kata tersebut sebagai wujud empati, tanggung jawab, dan sikap saling menghargai.

Kegiatan ditutup dengan Deklarasi Anti-Bullying yang diikuti seluruh siswa. Anak-anak diajak memahami makna perundungan, dampaknya bagi korban, serta pentingnya menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan inklusif. Deklarasi tersebut ditandai dengan cap tangan siswa sebagai simbol komitmen bersama untuk saling menjaga dan menghargai.
Kepala SD Muhammadiyah 1 Patuk, Indah Hariyani, S.Pd., Gr., mengapresiasi kegiatan tersebut dan berharap model pembelajaran seperti ini dapat diterapkan di sekolah lain. Menurutnya, pendekatan yang menyenangkan membuat pesan etika lebih mudah diterima oleh anak-anak.
Kegiatan ini juga menjadi pengalaman berharga bagi relawan muda yang terlibat. Cintya, salah satu relawan, mengaku mendapat pembelajaran baru dari interaksi langsung dengan anak-anak di desa. Ia menilai penanaman nilai etika dapat dilakukan melalui langkah-langkah sederhana yang konsisten dan penuh empati.
Ethics for Kids Action Day merupakan bagian dari rangkaian penguatan pembelajaran kontekstual yang melibatkan pemuda dan komunitas desa. Kegiatan ini terhubung dengan program pengembangan kapasitas pemuda yang mendorong keterlibatan langsung dalam praktik baik di masyarakat.
Penulis: Alwi Dwi Rahmadi
Editor: Ahmad Zamzami

