Edutalent.id, Surakarta- Sambutan hangat dari Rektor UMS, Prof. Harun Joko
Prayitno menjadi pembuka kegiatan Baitul Arqam pada Senin pagi, 15 September 2025, di
Masjid Sudalmiyah UMS. Beliau mengingatkan perihal pentingnya menjaga nilai keislaman
di era ini kepada mahasiswa baru UMS tahun ajaran 2025/2026.
Pak Rektor memang selalu punya gayanya sendiri dalam menyisipkan pesan religius yang
mudah diingat seperti One ID dan One IMAM. One ID dimaknai sebagai One ikhtiar dan
Doa, sedangkan One IMAM berarti Ilmu, Manfaat, dan Amalkan.
Dimulai sejak 2005, Baitul arqam menjadi salah satu program andalan UMS dalam
menumbuhkan karakter islami mahasiswa UMS. Baitul Arqam lahir dari gagasan keislaman
para dosen UMS dalam mengutamakan efektivitas pembelajaran islam yang eksklusif untuk
mahasiswanya. Pembelajaran yang berlangsung 4 hari 3 malam ini menjadi pembiasaan awal
mahasiswa agar bisa mengimplementasikan nilai-nilai keislaman dalam kehidupan sehari
hari.

Setelah sambutan, kegiatan dilanjutkan dengan pembentukan kelompok untuk melaksanakan
diskusi dan penugasan. Melalui mekanisme ini, mahasiswa diajak aktif dalam berdiskusi
tentang topik keagamaan. Penugasan yang diberikan terbilang out of the box. Mind mapping,
presentasi, dan poster session membuat pembelajaran lebih kolaboratif serta interaktif
mendorong mahasiswa untuk benar-benar terlibat.

Menariknya, peserta Baitul Arqam tidak hanya dibekali ilmu teoritis oleh dosen pengajar,
tetapi juga diberikan habit tracker yang menjadi pembiasaan nyata. Habit tracker ini melacak
kegiatan ibadah mahasiswa selama mengikuti Baitul Arqam/
Baitul Arqam menegaskan satu hal, menjadi anak muda yang bertalenta dan hidup di era
society 5.0 tidak membuat identitas keislaman terlepas dari dirinya. Sebaliknya, penguatan
nilai-nilai islami membuat langkah menuju mimpi semakin mudah tercapai. Baitul arqam
adalah titik awal generasi muda tumbuh menjadi para cendekiawan muslim yang adaptif.

