Menemukan Penjahat dari Sidik Jari yang Tertinggal: Mindful, Meaningful dan Joyful Learning dalam Ekstrakurikuler IPA di SMPI-PK Muhammadiyah Delanggu

Menemukan Penjahat dari Sidik Jari yang Tertinggal: Mindful, Meaningful dan Joyful Learning dalam Ekstrakurikuler IPA di SMPI-PK Muhammadiyah Delanggu

Edutalent.id, SMPI-PK Muhammadiyah Delanggu adalah Sekolah Menengah Pertama Islam Program Khusus yang berdiri pada tanggal 18 Februari 2015 dan terletak di Jl. Raya Delanggu Utara, Ciran, Gatak, Delanggu, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah. Pada awal berdiri, SMPI-PK memiliki 2 ruang kelas belajar, 1 ruang guru, 1 ruang tata usaha, ruang kepala sekolah, 1 ruang laboratorium IPA, 1 laboratorium komputer, lapangan olahraga, 4 kamar mandi.

Seiring berjalannya waktu, dengan kepemimpinan ustadzah Rahmawati Dwi Wulandari, S.Pd., M.Pd., Gr. SMPI-PK Muhammadiyah Delanggu mengalami perkembangan yang sangat pesat. Jumlah ruang kelas yang dimiliki adalah 6 ruang, 1 ruang kepala sekolah, 1 ruang guru, 1 ruang tata usaha, 1 ruang UKS, 1 laboratorium IPA, 1 laboratorium komputer dan bahasa, 1 perpustakaan, 1 ruang koperasi, 1 ruang bimbingan konseling, 1 ruang organisasi, 1 ruang espodio (esimde podcast and studio), 2 mushola, 2 gudang, 13 kamar mandi dan Esimde sport center.

SMPI-PK Muhammadiyah Delanggu merupakan full day school dengan hari sabtu sebagai hari ekstrakurikuler atau biasa disebut “Esimde’s Got Talent (EGT)”. Esimde memiliki banyak ekstrakurikuler seperti Cooking and Craft, E-Sport, Futsal, Renang, Robotik, Palang Merah Remaja (PMR), Panahan, Matematika, IPA, Karya Ilmiah Remaja (KIR) dan Seni Lukis.

Salah satu ekstrakurikuler yang tidak memiliki banyak peminat adalah EGT IPA. Bagi siswa, EGT IPA dipandang membosankan dan sangat terpaku pada materi. Namun, pada kenyataannya, di tengah kegiatan pembelajaran yang padat, SMPI-PK Muhammadiyah Delanggu memperkenalkan ekstrakurikuler Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) untuk memberikan pengalaman belajar yang menyenangkan dan mendalam bagi para siswa. Melalui kegiatan eksperimen, observasi, dan penelitian sederhana, ekstrakurikuler ini bertujuan untuk menumbuhkan rasa ingin tahu siswa tentang fenomena alam sekaligus mengasah kemampuan kritis dan analitis mereka.

Kegiatan ini juga berfungsi sebagai sarana untuk mengaplikasikan teori yang dipelajari di kelas, memperkenalkan berbagai konsep sains yang menarik, dan memotivasi siswa untuk terus mengeksplorasi dunia sains. “Kami berharap ekstrakurikuler ini dapat menjadi wadah bagi siswa untuk mengembangkan minat dan bakat mereka dalam bidang IPA,” ujar Ustadzah Afi, pembina EGT IPA di SMPI-PK.

Pada salah satu pertemuan ekstrakurikuler, pembina EGT IPA memberikan eksperimen tentang mencari penjahat dari sidik jari yang tertinggal. Alat dan bahan yang dipersiapkan adalah beberapa kertas dengan kemungkinan bahwa sebagian kertas terdapat sidik jari dari pelaku kejahatan, air, piring kecil, kuas, sarung tangan dan kunyit. Dengan alat dan bahan seadanya, siswa diminta untuk menemukan kertas-kertas yang terdapat sidik jari.

Siswa mulai mencoba beberapa kemungkinan dari sebuah percobaan hingga didapatkan cara yang benar dan berhasil mendapatkan sidik jari pelaku. Kertas dengan sidik jari tertinggal akan menunjukkan warna merah, sedangkan kertas tanpa sidik jari tidak akan menimbulkan warna atau bentuk apapun.

Mengapa sidik jari dapat berwarna merah? Sebelum diberikan kepada siswa, pembina sudah menempelkan jari yang sudah dicelupkan pada larutan soda kue. Reaksi antara kunyit dan soda kue (natrium bikarbonat) adalah reaksi kimia yang dapat menghasilkan perubahan warna. Kunyit mengandung senyawa kimia bernama kurkumin, yang memiliki sifat asam-basa. Ketika kunyit bereaksi dengan soda kue, yang bersifat basa, senyawa kurkumin dalam kunyit akan mengalami perubahan warna. Biasanya, kunyit akan berwarna kuning pada pH netral atau asam. Namun, ketika bereaksi dengan soda kue (yang bersifat basa), warna kunyit bisa berubah menjadi lebih merah muda atau oranye kemerahan.

Reaksi kimia sederhana yang terjadi adalah:

Kurkumin (kunyit) + NaHCO₃ (soda kue) → Perubahan warna (kunyit menjadi lebih kemerahan)

Kegiatan ini juga sesuai dengan pembelajaran mindful, meaningful dan joyful. Siswa mendapatkan mindful dari kegiatan mengatur emosi, menghadapi stres dalam menemukan sidik jari pelaku serta mendapatkan materi baru tentang sifat asam-basa. Siswa mendapatkan meaningful dari kegiatan pemecahan masalah, mendapatkan pengalaman baru dan berpikir kritis. Siswa juga mendapat joyful dari serunya tantangan menemukan sidik jari pelaku kejahatan.Penulis: Khoiri Yahya Afifah (Mahasiswi Magister Administrasi Pendidikan – Universitas Muhammadiyah Surakarta)

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *